Dalam tradisi kaum pesantren NU banyak sekali amalan dzikir yang dilakukan secara kelompok atau perorangan, hampir di semua pesantren melakukan hal tersebut, salah satu diantaranya adalah pembacaan sholawat yang tersusun dalam sebuah buku, amalan tersebut dibaca setiap hari dengan bacaan yang berbeda tergantung harinya. orang pesantren menamakan kitab ''Dalailul khairot" atau lebih gampangnya Dalail. Ada aturan yang tak tertulis bagi santri yang hendak mengamalkan dalalil tersebut, ya...salah satu diantaranya adalah santri tersebut biasanya yang mukim atau mau menetap di rumahnya. Santri tersebut akan diberikan berbagai macam ijajah, salah satu diantaranya adalah dalail tersebut.
Kitab Dalail Khairot ditulis oleh seorang ulama yang bernama Syekh Sulaiman al-Jajuli, beliau dilahirkan di barat pantai Maroko, Afrika. belliau termasuk suku Bar-bar '' suku yang menaklukan jabal tarik, Anadalusia Sepanyol, barat lebih senang menyebutnya selat Gibral tar, pada masa pahlawan shabat Tarik bin Jiad''. cukup menarik, awal beliau menulis kitab Dalailul khairot, hanya gara-gara belaiau mau wudlu sholat Dzohor tidak menemukan air, akhirnya ketemu dengan seorang gadis kecil yang jadi penolong ulama tersebut.
Kitab Dalailul Khairot hanya sekumpulan sholawat dan nama-nama Allah yang di bacanya setiap hari.Bagi mereka yng selalul mengamalkan sholawat sebbenarnya bacaan ini sudah tidak asing lagi. Bacaan dalam kitab Dalalil setiap harinya selalu berbeda tergantung hari serta ada batasan hari. seperti untuk hari senin tidak sama dengan hari selasa, hari rabu tidak sama dengan hari kamis dan seterusnya, namun untuk hari senin ada amalan yang khusus yakni dengan permintaan do'a.
Untuk pengamalan Torikathnya, syekh Sulaiman al-Jajuli mengikuti tarikat Syekkh Abu Hasan Syadzili dengan sebutan Tarikat Syadzaliyah, makanya sebelum membaca kitab Dalail, ada hadarot yang khusus di sampaikan kepada syekh Syadzili.Dikalangan kaum srungan atau sntri NU pembacaan Dalail sangat mashur dan selalul menjadi masternya bagi mereka yang mau muqim atau menetap.
Kitab yang berisi hanya tentang shalawat dan pujian terhadap Rasululloh serta bacaan Asmaul Husna, di tempat kelahiran Rasululloh saw negara Arab Saudi yang berfaham Wahabiyah dilarang beredar apalagi dibaca oleh penduduk sana, mereka beranggapan bahwa kitab tersebut mengandung kemusrikan, persis sama halnya dengan kitab syamsul Ma'arif yang di tulis oleh syekh Ali al-Buni. dikalangan pesantren kitab Syamsul Maarif sangat menarik dan serinng diburu oleh para ahli hikmat.
Kitab Dalailul Khairot juga salah satu yang menginsfirasikan Ulama Jawa dalam pembentukan komite hijaj yang kemudian hari menjadi Organisasi terbesar tanah air yakni NU.
sebagi generasi penerus kitab Dalalilul Khairot sangat penting untuk dibaca kembali sekaligus sebagai pelestarian tradisi yanng lama jangan sampai tradisi tersebut hilang tanpa bentuk. Wasalam.....
Entri Populer
-
Pembuka Hijab Puasalah 7 hari (tidak boleh makan makanan yang bernyawa/telur) Lakukan sholat saat tengah malam minimal 2 roka’at Selanju...
-
~ Penduduk Jakarta pasti sudah pernah mendengar nama sebuah jalan bernama Daan Mogot. Jalan yang terbentang dari...
-
IkadaNews - Tentara Islam dikenal memiliki pasukan berkuda yang sangat hebat. Di era kejayaan Islam, kekuatan para prajurit Islam bena...
-
Salah satu kesaksian datang dari mantan ajudan dan Juga Panglima TNI Jendral (Purn) Wiranto. Ia mengisahkan, setiap hendak bermain golf di...
-
Ilmu kimia di kemudian hari berkembang sangat pesat dan dikenal banyak orang. Tapi, hanya sedikit yang tahu siapa sejatinya orang pertama...
-
Istilah algoritma, mungkin bukan sesuatu yang asing bagi kita. Ditinjau dari asal-usul katanya, kata ‘Algoritma’ mempunyai sejarah yang a...
-
Syekh Yusuf berasal dari keluarga bangsawan tinggi di kalangan suku bangsa Makassar dan mempunyai pertalian kerabat dengan raja-raja Banten,...
-
Cerita ini dikisahkan oleh almarhum Syaikh Zakariya bin ‘Umar Bagharib Singapore (qaddasAllahu sirrahu wa nafa’anaa bibarakaatih), yang ...
-
Di stasiun acara sebuah TV ada acara namaya UYA MEMANG KUYA, dalam acara tersebut seorang telah setuju untuk dihipnotis di suruh menatap se...
Senin, 23 Juli 2012
Sabtu, 19 Mei 2012
Wilayah (Kewalian) seorang Ibu dan Ghawts ul-A’zham
Syaikh Zakariya Bagharib pernah bercerita bahwa suatu saat di masa hidup Ghawtsul A’zham Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jailaniy1) (qaddasAllahu sirrahu wa nafa’anaa bibarakaatih), sang Sulthanul Awliya’ tengah berada di lingkungan Masjidil Haram. Saat berada di sana, beliau (Syaikh ‘Abdul Qadir) merasa takjub ketika melihat seorang wanita yang tengah melakukan thawafmengelilingi Ka’bah dengan hanya satu kakinya. Melalui firasat beliau, fahamlah Syaikh ‘Abdul Qadir bahwa wanita tersebut bukanlah wanita biasa, melainkan pastilah seorang Wali. Syaikh ‘Abdul Qadir Al-Jailaniy pun mencoba mencari tahu level atau maqam atau kedudukan sang Wanita Waliyyah tersebut. Beliau pun mencoba ke level 1 (Wali ‘rendahan’), tak dijumpainya ruuhaniyyah wanita itu. Ke level 2, tak ada. Level 3, 4, … tak ada pula. Hingga sampai mendekati maqam Ghawtsiyyah beliau sendiri, tak juga ada. Akhirnya, menyerah juga, dan memohonlah beliau ke Hadirat Allah SWT yang kira-kira secara bebas
dapat dibahasakan sebagai berikut, “Yaa Allah, siapakah wanita ini yang tak dapat kulihat maqam wilayahnya?” (Sedangkan Syaikh Abdul Qadir Jailani terkenal dengan ucapannya ‘Kakiku berada di leher para Awliya”’)
“Yaa, ‘Abdal Qadir, ikutilah wanita itu bila engkau ingin mengetahui maqam wilayahnya”
Sang Ghawts pun membuntuti wanita tersebut, hingga akhirnya beliau mengetahui bahwa ternyata, wanita tersebut sebenarnya tidaklah buntung kaki yang satu. Yang terjadi adalah, wanita tersebut sebenarnya tengah menyusui anaknya. Anaknya yang kekenyangan tertidur di pangkuan kakinya. Dan dengan karamahnya sang Waliyyah ini ‘memutus’ sementara satu kaki agar anaknya tak terbangun, sementar ia pun menuju Masjidil Haram untuk berthawaf dengan hanya satu kaki. Dan ketika kembali ke anaknya yang masih terlelap dalam tidur, ia pun menyambungkan kembali kaki tadi.
Subhanallah. Itulah wilayah seorang wanita yang dicapai melalui kasih sayang keibuannya. Mawlana Syaikh Muhammad Nazim ‘Adil Al-Haqqani (qaddasAllahu sirrahu wa nafa’anaa bibarakaatih) pun sering menyebutkan betapa dekat seorang wanita dengan darajah Wali… lewat keibuan (motherhood). Sayangnya, banyak wanita di zaman ini, termasuk dari kalangan Muslimah meninggalkan keibuan/motherhooddan menganggapnya sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman.
Dan sungguh ternyata kita tidak pernah tahu berapa dan betapa banyak hamba-hamba Allah (rijaalallah wa ‘ibaadallah) yang Ia SWT sembunyikan dalam kubah wilayah-Nya.
Catatan kaki:Menurut almarhum Mawlana Syaikh Husayn ‘Ali ar-Rabbani (qaddasAllahu sirrahu wa nafa’anaa bibarakaatih), Syaikh ‘Abdul Qadir Al-Jailani memegang maqam Ghawtsiyyah selama 3 tahun. Sebelum beliau adalah Mawlana Syaikh Yusuf Al-Hammadaniy (qaddasAllahu sirrahu wa nafa’anaa bibarakaatih), dan setelah beliau adalah Mawlana Syaikh ‘Abdul Khaliq Al-Ghujdawani (qaddasAllahu sirrahu wa nafa’anaa bibarakaatih). Maqam Ghawtsiyyah adalam maqam tertinggi wilayah, sebagai representasi Rasulullah Muhammad sallallahu ‘alayhi wasallam.
Sabtu, 10 Maret 2012
PENANTIAN....
dilihatnya anak itu yang tertidur pulas di kasur yang sudah lusuh,sesekali nenek itu menyingkirkan nyamuk yang hinggap di lengannya.dia sulit memejamkan matanya, pikirannya jauh menerawang dengan tatapan kosong.
wanita separuh baya itu hidup berdua dengan cucunya,sedangkan suaminya telah lama meninggal dunia akibat tertabrak mobil ketika sedang mengayuh sepeda untuk menjajakan es crim.kemiskinan yg melilit hidup wanita itu,menuntut anak semata wayangnya untuk bekerja di luar negri,memang dikampung itu,banyak anak mudanya merantau kenegri sebrang,entah kerja apa, yg jelas setiap bulannya selalu datang pundi rupiah.
udara malam semakin dingin,terdengar sayup-sayup lolongan anjing,di rumah sebelah terus menyalak. si nenek itu masih sulit untuk memejamkan mata padahal jam diniding yang tergantung di tembok ,jarum jamnya sudah menujukan pukul dua malam.
'kenapa malam ini aku sulit tidur'' kata nenek dalam hatinya.tiba-tiba dia teringat anaknya yang sedang mencari pundi rupiah di negri sebrang.
''ada apa ,yah.....sudah dua hari ini aku teringat anakku terus,wajahnya,rambutnya sampai dia tersenyumpun aku ingat...
naluri seorang ibu,biasanaya sangat tajam ditambah dengan indra keenamnya sering menunjukan sebuah keakuratan.
sudah satu tahun''badriyah'' anak nenek ijah pergi merantau kenegri jiran ''malaysia'' kemiskinan yang melilit kelurga nya,mengahruskan badriyah untuk merantau.
berat rasanya meninggalkan nenek dan anakku di rumah ini,tapi aku harus menyingkirkan kemiskinan ini dengan semampuku,aku tak ingin anakku hidupnya kelak seperti diriku,pendidikanku hanya tamat SMP dan aku berhenti ketika masuk tahun kedua di sekolah kejuaruan di kota,lagi-lagi ketidak biayan yg bisa menghentikanku,padahal aku tergolang siswa yang sangat aktif dan pintar dan ini di buktikan ,aku selalu meraih juara kelas dan sering kali mewakili sekolahku dalam pemilihan siswa teladan.
udara malam semakin dingin,sampai menusuk pori-pori kulitku,nenek ijah sedang duduk membaca Alqur'an,tiba-tiba badriyah duduk di sampingnya.
'ada apa nak...' tanya ijah ,kepada anak satu-satunya yang dilihatnya dari tadi selalu gelisah dan termenung.
bu aku ingin merantau,kata badriyah...'merantau kemana, kamu nak'' tanya ibu ijah...'bukankah kamu masih punya anak kecil.
justru itu,karena dia lah sy ingin merantau,sy harus bekerja,saya harus merubah nasib ini,sy tidak ingin anakku kelak seperti begini terus,''saya harus merantau untuk merubah kahidupan kita ..bu, kata badriyah.dengan gamblangnya.
terus onngkosnya dari mana nak.tanya nenek ijah.
kita kan masih punya tiga ekor sapi,bagaimana kalau yang satunya kita jual saja buat ongkos masuk keyayasan tenaga kerja itu, bu....jawab badriyah.
bisa cukup nggak nak,tanya nenek ijah. ''insya Allah,pasti cukup.jawab badriyah, dengan keyakinan yang kuat.sebenarnya keberangkatan badriyah untuk mencari kerja,bukan satu-satunya alasan,akan tetapi ada alasan yang paling kuat yaitu ingin melupakan kenangan rumah tangganya dengan badrun,yang ternyata dia telah berselingkuh dengan bosnya,dimana dia bekerja.memang bosnya itu seorang janda kaya, yang berprofesi tukang rias penganten dan penyewaan peralatan pesta.
setahun sudah terlewati,kabar berita pun tak kudengar, kemana yah..anakuku bekerja kata nek ijah sambil membereskan kayu bakar yang berserakan,ketika badriyah masih ada biasanya dia yg merapikan kayu-kayu bakar ini.sesekali matanya tertuju ke cucunya yang sedang memainkan boneka yang terbuat dari daun singkong. kerinduan kepada kepada anaknya buat nek ijah sebenarnya terhapus ketika melihat kebeningan wajah dan mata dari cucunya itu.
siang itu dikantor kelurahan sedang ramai membicarakan,bahwa tertangkapnya seorang calo tenaga kerja,yang suka memberangkatkan orang pencari kerja kenegri sebrang.
dengan iming-iming mahalnya upah atau gaji yang di dapat di tambah dengan penampilan orang tersebut,keluarlah kalimat rayu yang manis dan meyakinkan.
banyak memang orang yang mulai tergoda dan pada akhirnya menjual harta yang ada sebagi ongkos masuk kedalam yayasan pencari tenaga kerja.
masarakat pedesaan khususnya daerah terpencil, kaum muda yang produktifnya banyak tergiur akan keberhasilan yang di dapat.padahal dalam perjalanannya banyak terselip penjualan manusia.
sempat ada petugas pendata kelurahan,menanyakan kepada nek ijah,kemana kerjannya Badriyah
,namun sebelum di jawab,nek ijah langsung masuk untuk mengambil sesuatu dan kemudian di serahkannya map yang berwarna kuning.
'saya tidak tahu nak',yang saya tahu sebelum dia pergi dia menyerahkan buku ini kepada nenek,' kt nek ijah.
dua orang petugas pendata itu yang berseragam kelurahan,memeriksa berkas lembaran tersebut dengan teliti, dan kemudian di catatnya,dan catatan itu dimasukan kedalam buku kelurahan.sebelum meninggalkan tempat nek ijah, petugas kelurahan tersebut berpesan ,tolong ini diseimpan dengan rapih sewaktu-waktu ini akan diperlukan lagi.
malam semakin dingin, petugas ronda sudah mulai berdatangan ke posnya. semenjak di tangkapnya calo tenaga kerja,semakin ketat pengawasan kampung tersebut.keramain di pos ronda di tambah dengan terdengarnya lagu dangdut diselingi minuman kopi dan goreng singkong, menambah rasa kebersamaan dan keguyuban masarakat desa dalam menjaga kampung.
keramian di pos ronda,tidak menyentuh hati nek ijah yang sedang dilanda kesunyian dan kegelisahan. pikiran nek ijah hanya satu mudah-mudahan kau selamat anakku.
lagu dangdut 'diambanng sore'di nyanyikan suara Iis dahlia yang terdengar di pos ronda, sangat menyentuh hati nek ijah,karena nek ijah tahu bahwa lagu jadul ini pernah populer pada jamannya dulu.
'aku ingin kau pulang nak,aku rindu,aku kangen' kata nek ijah dalam hatinya,aku akan menantikanmu sampai kapan pun.di sore itu, nek ijah duduk termangnu sambil melihat cucunya yang sedang berlarian di halaman rumahnya.tak terasa air mata nenek itu mengalir ketika anaknya yang di rindukannya tak kunjung datang....aku rindu..nak....
'tiap sore kunantikan...........................
wanita separuh baya itu hidup berdua dengan cucunya,sedangkan suaminya telah lama meninggal dunia akibat tertabrak mobil ketika sedang mengayuh sepeda untuk menjajakan es crim.kemiskinan yg melilit hidup wanita itu,menuntut anak semata wayangnya untuk bekerja di luar negri,memang dikampung itu,banyak anak mudanya merantau kenegri sebrang,entah kerja apa, yg jelas setiap bulannya selalu datang pundi rupiah.
udara malam semakin dingin,terdengar sayup-sayup lolongan anjing,di rumah sebelah terus menyalak. si nenek itu masih sulit untuk memejamkan mata padahal jam diniding yang tergantung di tembok ,jarum jamnya sudah menujukan pukul dua malam.
'kenapa malam ini aku sulit tidur'' kata nenek dalam hatinya.tiba-tiba dia teringat anaknya yang sedang mencari pundi rupiah di negri sebrang.
''ada apa ,yah.....sudah dua hari ini aku teringat anakku terus,wajahnya,rambutnya sampai dia tersenyumpun aku ingat...
naluri seorang ibu,biasanaya sangat tajam ditambah dengan indra keenamnya sering menunjukan sebuah keakuratan.
sudah satu tahun''badriyah'' anak nenek ijah pergi merantau kenegri jiran ''malaysia'' kemiskinan yang melilit kelurga nya,mengahruskan badriyah untuk merantau.
berat rasanya meninggalkan nenek dan anakku di rumah ini,tapi aku harus menyingkirkan kemiskinan ini dengan semampuku,aku tak ingin anakku hidupnya kelak seperti diriku,pendidikanku hanya tamat SMP dan aku berhenti ketika masuk tahun kedua di sekolah kejuaruan di kota,lagi-lagi ketidak biayan yg bisa menghentikanku,padahal aku tergolang siswa yang sangat aktif dan pintar dan ini di buktikan ,aku selalu meraih juara kelas dan sering kali mewakili sekolahku dalam pemilihan siswa teladan.
udara malam semakin dingin,sampai menusuk pori-pori kulitku,nenek ijah sedang duduk membaca Alqur'an,tiba-tiba badriyah duduk di sampingnya.
'ada apa nak...' tanya ijah ,kepada anak satu-satunya yang dilihatnya dari tadi selalu gelisah dan termenung.
bu aku ingin merantau,kata badriyah...'merantau kemana, kamu nak'' tanya ibu ijah...'bukankah kamu masih punya anak kecil.
justru itu,karena dia lah sy ingin merantau,sy harus bekerja,saya harus merubah nasib ini,sy tidak ingin anakku kelak seperti begini terus,''saya harus merantau untuk merubah kahidupan kita ..bu, kata badriyah.dengan gamblangnya.
terus onngkosnya dari mana nak.tanya nenek ijah.
kita kan masih punya tiga ekor sapi,bagaimana kalau yang satunya kita jual saja buat ongkos masuk keyayasan tenaga kerja itu, bu....jawab badriyah.
bisa cukup nggak nak,tanya nenek ijah. ''insya Allah,pasti cukup.jawab badriyah, dengan keyakinan yang kuat.sebenarnya keberangkatan badriyah untuk mencari kerja,bukan satu-satunya alasan,akan tetapi ada alasan yang paling kuat yaitu ingin melupakan kenangan rumah tangganya dengan badrun,yang ternyata dia telah berselingkuh dengan bosnya,dimana dia bekerja.memang bosnya itu seorang janda kaya, yang berprofesi tukang rias penganten dan penyewaan peralatan pesta.
setahun sudah terlewati,kabar berita pun tak kudengar, kemana yah..anakuku bekerja kata nek ijah sambil membereskan kayu bakar yang berserakan,ketika badriyah masih ada biasanya dia yg merapikan kayu-kayu bakar ini.sesekali matanya tertuju ke cucunya yang sedang memainkan boneka yang terbuat dari daun singkong. kerinduan kepada kepada anaknya buat nek ijah sebenarnya terhapus ketika melihat kebeningan wajah dan mata dari cucunya itu.
siang itu dikantor kelurahan sedang ramai membicarakan,bahwa tertangkapnya seorang calo tenaga kerja,yang suka memberangkatkan orang pencari kerja kenegri sebrang.
dengan iming-iming mahalnya upah atau gaji yang di dapat di tambah dengan penampilan orang tersebut,keluarlah kalimat rayu yang manis dan meyakinkan.
banyak memang orang yang mulai tergoda dan pada akhirnya menjual harta yang ada sebagi ongkos masuk kedalam yayasan pencari tenaga kerja.
masarakat pedesaan khususnya daerah terpencil, kaum muda yang produktifnya banyak tergiur akan keberhasilan yang di dapat.padahal dalam perjalanannya banyak terselip penjualan manusia.
sempat ada petugas pendata kelurahan,menanyakan kepada nek ijah,kemana kerjannya Badriyah
,namun sebelum di jawab,nek ijah langsung masuk untuk mengambil sesuatu dan kemudian di serahkannya map yang berwarna kuning.
'saya tidak tahu nak',yang saya tahu sebelum dia pergi dia menyerahkan buku ini kepada nenek,' kt nek ijah.
dua orang petugas pendata itu yang berseragam kelurahan,memeriksa berkas lembaran tersebut dengan teliti, dan kemudian di catatnya,dan catatan itu dimasukan kedalam buku kelurahan.sebelum meninggalkan tempat nek ijah, petugas kelurahan tersebut berpesan ,tolong ini diseimpan dengan rapih sewaktu-waktu ini akan diperlukan lagi.
malam semakin dingin, petugas ronda sudah mulai berdatangan ke posnya. semenjak di tangkapnya calo tenaga kerja,semakin ketat pengawasan kampung tersebut.keramain di pos ronda di tambah dengan terdengarnya lagu dangdut diselingi minuman kopi dan goreng singkong, menambah rasa kebersamaan dan keguyuban masarakat desa dalam menjaga kampung.
keramian di pos ronda,tidak menyentuh hati nek ijah yang sedang dilanda kesunyian dan kegelisahan. pikiran nek ijah hanya satu mudah-mudahan kau selamat anakku.
lagu dangdut 'diambanng sore'di nyanyikan suara Iis dahlia yang terdengar di pos ronda, sangat menyentuh hati nek ijah,karena nek ijah tahu bahwa lagu jadul ini pernah populer pada jamannya dulu.
'aku ingin kau pulang nak,aku rindu,aku kangen' kata nek ijah dalam hatinya,aku akan menantikanmu sampai kapan pun.di sore itu, nek ijah duduk termangnu sambil melihat cucunya yang sedang berlarian di halaman rumahnya.tak terasa air mata nenek itu mengalir ketika anaknya yang di rindukannya tak kunjung datang....aku rindu..nak....
'tiap sore kunantikan...........................
Jumat, 09 Maret 2012
CINTA
KU TAHU ENGKAU MENCINTAIKU....
KU TAHU ENGKAU SAYANG PADAKU...
NAMUN KU TIDAK TAHU..PERASAANMU......
KU TAHU ENGKAU MENANGIS....
KU TAHU ENGKAU TERTAWA........
NAMUN KU TIDAK TAHU....PERASAANMU......
CINTAMU DAN SAYANG MU...APAKAH MENYATU DENGAN PERASAANMU.....
TANGISMU DAN TAWAMMU..BISAKAH KAU SATUKAN DENGAN CINTAMU PADAKU...
SAYANGKU.....JANGAN KAU BUNUH PERASAANMU ....
PERASAANMU AKU TIDAK TAHU.....
CINTAKU........AKU SANGAT BENCI CINTAMU YANG TAK BERPERASAAN....PADAKU....
KU TAHU ENGKAU SAYANG PADAKU...
NAMUN KU TIDAK TAHU..PERASAANMU......
KU TAHU ENGKAU MENANGIS....
KU TAHU ENGKAU TERTAWA........
NAMUN KU TIDAK TAHU....PERASAANMU......
CINTAMU DAN SAYANG MU...APAKAH MENYATU DENGAN PERASAANMU.....
TANGISMU DAN TAWAMMU..BISAKAH KAU SATUKAN DENGAN CINTAMU PADAKU...
SAYANGKU.....JANGAN KAU BUNUH PERASAANMU ....
PERASAANMU AKU TIDAK TAHU.....
CINTAKU........AKU SANGAT BENCI CINTAMU YANG TAK BERPERASAAN....PADAKU....
Sabtu, 07 Januari 2012

Kanjeng Ratu Kidul
Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari perkimpoian tersebut. Maka, bahagialah sang raja.
Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari istana. Sudah tentu raja menolak. “Sangat menggelikan. Saya tidak akan membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku”, kata Raja Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.
Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus pembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukun mengutuk Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.” Sang dukun menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.
Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya. “Puterimu akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata Dewi Mutiara. Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.
Puteri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati yang mulia. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan..
Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan, dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadi seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera Selatan yang hidup selamanya.
Kanjeng Ratu Kidul = Ratna Suwinda
Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19), seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, bertemu dengan seorang pertapa yang memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Karena sang pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh pun jatuh cinta kepadanya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan bibi dari Joko Suruh, bernama Ratna Suwida, menolak cintanya. Ketika muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untuk bertapa di sebuah bukit. Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa dan menjadi penguasa spiritual di sana. Ia berkata kepada pangeran, jika keturunan pangeran menjadi penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung Merapi, ia akan menikahi seluruh penguasa secara bergantian.
Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19), seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, bertemu dengan seorang pertapa yang memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Karena sang pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh pun jatuh cinta kepadanya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan bibi dari Joko Suruh, bernama Ratna Suwida, menolak cintanya. Ketika muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untuk bertapa di sebuah bukit. Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa dan menjadi penguasa spiritual di sana. Ia berkata kepada pangeran, jika keturunan pangeran menjadi penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung Merapi, ia akan menikahi seluruh penguasa secara bergantian.
Generasi selanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Ke-2, mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruh energinya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaan utara. Meditasinya menarik perhatian Kanjeng Ratu Kidul dan dia berjanji untuk membantunya. Selama tiga hari dan tiga malam dia mempelajari rahasia perang dan pemerintahan, dan intrik-intrik cinta di istana bawah airnya, hingga akhirnya muncul dari Laut Parangkusumo, kini Yogyakarta Selatan. Sejak saat itu, Ratu Kidul dilaporkan berhubungan erat dengan keturunan Senopati yang berkuasa, dan sesajian dipersembahkan untuknya di tempat ini setiap tahun melalui perwakilan istana Solo dan Yogyakarta.
Begitulah dua buah kisah atau legenda mengenai Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan. Versi pertama diambil dari buku Cerita Rakyat dari Yogyakarta dan versi yang kedua terdapat dalam Babad Tanah Jawi. Kedua cerita tersebut memang berbeda, tapi anda jangan bingung. Anda tidak perlu pusing memilih, mana dari keduanya yang paling benar. Cerita-cerita di atas hanyalah sebuah pengatar bagi tulisan selanjutnya.
Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta
Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan berkata TIDAK. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta. Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini. Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap menjadi polemik. Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi (cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan seperti apa yang terjalin di antara keduanya?
Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan berkata TIDAK. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman atau lingkungan Keraton Yogyakarta. Mereka yakin dengan kebenaran cerita ini. Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap menjadi polemik. Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi (cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan seperti apa yang terjalin di antara keduanya?
Y. Argo Twikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai lingkungan alam sangat penting dilakukan.
Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbal balik dengan lingkungan yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatan yang lebih kuat, masih menurut Twikromo, maka penggunaan simbol pun sering diaktualisasikan. Jika dihubungkan dengan makhluk halus, maka Javanisme mengenal penguasa makhluk halus seperti penguasa Gunung Merapi, penguasa Gunung Lawu, Kayangan nDelpin, dan Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan inilah yang oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul. Keempat penguasa tersebut mengitari Kesultanan Yogyakarta. Dan untuk mencapai keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka raja harus mengadakan komunikasi dengan “makhluk-makhluk halus” tersebut.
Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan keselamatan dan ketenteraman.
Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik. Pada kegiatan labuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang dilaksanakan di tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka (tahun Jawa). Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan masyarakat Yogyakarta.
Kepercayaan terhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari Bedaya Lambangsari dan Bedaya Semang yang diselenggarakan untuk menghormati serta memperingati Sang Ratu. Bukti lainnya adalah dengan didirikannya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan sultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul.
Penghayatan mitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini dan dilaksanakan oleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada umumnya di wilayah kesultanan. Salah satu buktinya adalah adanya kepercayaan bahwa jika orang hilang di Pantai Parangtritis, maka orang tersebut hilang karena “diambil” oleh sang Ratu.
Selain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul juga diyakini oleh saudara mereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah berjanji kepada Panembahan Senopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram, untuk menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan masyarakat dari malapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan Surakarta) memiliki leluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti halnya Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai bentuk penghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul. Salah satunya adalah pementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang, yang diselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan para raja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisional pengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahi susuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalam wujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan.
Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ternyata juga meluas sampai ke daerah Jawa Barat. Anda pasti pernah mendengar, bahwa ada sebuah kamar khusus (nomor 308) di lantai atas Samudera Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, yang disajikan khusus untuk Ratu Kidul. Siapapun yang ingin bertemu dengan sang Ratu, bisa masuk ke ruangan ini, tapi harus melalui seorang perantara yang menyajikan persembahan buat sang Ratu. Pengkhususan kamar ini adalah salah satu simbol ‘gaib’ yang dipakai oleh mantan presiden Soekarno.
Sampai sekarang, di masa yang sangat modern ini, legenda Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan, adalah legenda yang paling spektakuler. Bahkan ketika anda membaca kisah ini, banyak orang dari Indonesia atau negara lain mengakui bahwa mereka telah bertemu ratu peri yang cantik mengenakan pakaian tradisional Jawa. Salah satu orang yang dikabarkan juga pernah menyaksikan secara langsung wujud sang Ratu adalah sang maestro pelukis Indonesia, (almarhum) Affandi. Pengalamannya itu kemudian ia tuangkan dalam sebuah lukisan.

Minggu, 20 November 2011
Jumat, 04 November 2011
4 Tips Menjaga Kekencangan Payudara
Saat masih remaja, para wanita memiliki payudara yang masih kencang dan seksi. Penurunan akan dialami seiring bertambahnya usia dan beberapa faktor lain, seperti diet, menikah dan melahirkan. Tapi jangan kuatir, karena ada beberapa tips yang bisa dijalankan untuk menjaga agar payudara tetap kencang. Di bawah ini sudah dokter Merry siapkan yang dirangkum dari berbagai sumber, selamat membaca:
Bra yang Tepat
Mengenakan bra yang tepat, sesuai ukuran akan mendukung kenyamanan payudara anda. Jangan memaksa untuk mengenakan bra yang terlalu longgar atau justru terlalu kencang. Bra harus nyaman dikenakan dalam berbagai aktivitas dan suasana.
Olahraga
Sebagian besar payudara terdiri dari kelenjar, lemak dan otot. Untuk menjaganya tetap kencang harus melakukan latihan dan olahraga rutin sehingga otot-otot dada akan menyangga payudara tetap membusung. Pilihan olahraga yang bisa dilakukan adalah jogging, berenang, tenis, senam hingga angkat beban.
Tidak Merokok
Bila anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini. Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan karena mengandung nikotin dan tar. Kedua kandungan tersebut akan mempercepat proses penuaan, merusak elastisitas kulit, menyebabkan kanker dan berpengaruh terhadap kekencangan payudara.
Pijat Payudara
Rutin melakukan pijatan payudara dapat mencegah pengenduran. Karena, pijatan yang tepat akan memperlancar aliran darah ke payudara sehingga tetap montok. Minyak yang digunakan pun berpengaruh terhadap kehalusan dan kelembutannya.
Senin, 05 September 2011
SUKARNO DI TODONG JENDRAL
| | |
| Pintu kamar Bung Karno diketuk pengawal. Ada perwira Angkatan Darat yang ingin bertemu presiden. Mereka diutus oleh Suharto. Ada map merah muda di tangan salah seorang jendral. Di dalamnya berisi naskah yang mesti ditandatangani Sukarno. Naskah itu tidak segera ditandatangani Sukarno. Dia sempat bertanya tentang mengapa kop surat itu dari Markas Besar Angkatan Darat. Seharusnya Surat Perintah itu ber-kop surat kepresidenan. Tapi pertanyaan Sukarno hanya dijawab Jendral Basuki Rachmat, "Untuk membahas, waktunya sangat sempit. Paduka tandatangani saja". Kesaksian ini dituturkan Sukardjo Wilardjito, mantan pengawal Presiden Sukarno. Sesudah jatuhnya Sukarno, Sukardjo pernah dipenjara oleh rezim Orba selama 14 tahun tanpa proses pengadilan, termasuk menjalani beragam penyiksaan, disetrum puluhan kali dan dipaksa mengaku PKI. Sukardjo Wilardjito Sukardjo ini pernah mengejutkan orang dengan kesaksiannya yang bersikukuh menyatakan Basuki Rachmat dan Panggabean menodongkan pistol ke muka Sukarno karena bimbang menandatangani. Melihat itu, Sukardjo sebagai pengawal presiden secara refleks mencabut pistol untuk melindungi presiden. Namun meletakkan pistolnya kembali, karena Sukarno tidak ingin melihat pertumpahan darah. Surat yang akhirnya ditandatangani Sukarno itu dikenal kemudian dengan nama Supersemar. Surat Perintah Sebelas Maret. Sukardjo juga bersaksi bahwa yang menghadap Sukarno adalah empat jendral dan bukan tiga jendral seperti yang disebutkan selama ini. Keempat jendral utusan Suharto itu adalah M. Yusuf, M. Panggabean, Amir Machmud dan Basuki Rachmat. Biarpun ada yang masih meragukan kesaksian Sukardjo itu, tapi dia tetap berpegang pada kesaksiannya itu. Kemudian malah menulis kesaksiannya di bukunya berjudul "Mereka Menodong Bung Karno". Kesaksian Sukardjo bahwa Sukarno ditodong, pernah dibantah M. Yusuf dan Panggabean sendiri. Kesaksian itu juga dibantah oleh A.M. Hanafi mantan Dubes RI di Kuba, dalam bukunya "Hanafi Menggugat". Sehingga kebenaran kesaksian Sukardjo itu masih perlu ditelusuri lagi. Benarkah demikian? Ditodong atau tidak, rasanya Sukarno bukan orang yang mudah digertak. Bagaimanapun, apapun alasan Sukarno menandatangani naskah Supersemar, pada dasarnya kesaksian Sukardjo itu menggambarkan situasi yang tidak kompromistik. Situasi yang membuat Sukarno terjepit. Tak ada waktu bernegosiasi. Pokoknya teken sekarang! Ada bau konspirasi di balik itu. Dan hasilnya adalah lahirnya Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar. Bung Karno menyebutnya dengan istilah SP Sebelas Maret. Sesudah menandatangani surat itu, Bung Karno masih sempat mengatakan, bahwa surat itu mesti dikoreksi kalau keadaan sudah pulih. Permintaan itu tidak pernah terwujud, karena ketika menandatangani surat itu, tanpa disadari Sukarno sedang menandatangani kejatuhannya. Sesudah penandatanganan Supersemar, boleh dikatakan wahyu sebagai pemimpin seakan sudah tercabut dari Sukarno. Sebagai presiden, Sukarno sudah menandatangani ribuan surat. Tapi tandatangannya di surat yang satu ini, Supersemar, menjadi pedang yang menghunus kekuasaannya sendiri. Kita tahu, Supersemar adalah surat mandat Sukarno pada Suharto untuk mengamankan negara yang kacau akibat G30S PKI. Belakangan mandat Supersemar ini ternyata dijadikan legitimasi untuk mengambil alih kekuasaan yang menyingkirkan Sukarno. Dengan Supersemar itu Suharto memperoleh surat sakti, kemudian bergerak cepat meraih kursi presiden. Bung Karno yang sadar bahwa Supersemar ternyata dimanipulasi, dalam pidatonya berteriak "Jangan jegal perintah saya! Jangan saya dikentuti!". Ini ekspresi kemarahan Sukarno kepada orang-orang yang dianggapnya telah menipunya, melangkahinya dan membangkang perintahnya. Menjelang kejatuhannya, Bung Karno mulai agak kehilangan kontrol diri. Itu tampak dari pidato-pidatonya yang emosional. Tampaknya Bung Karno mulai frustrasi. Dia sudah mulai merasa ditinggalkan dan dikhianati oleh orang-orang sekitarnya. Salah satunya yang bikin Sukarno merasa dikentuti, seperti katanya, adalah Supersemar tadi. Bagaimana tidak? Bung Karno merasa Supersemar diplintir! Padahal Supersemar dimaksudkan Sukarno untuk memberi mandat pada Suharto agar segera memulihkan keamanan negara, bukan melengserkannya. Kecurigaan Sukarno bahwa ada persekongkolan yang berniat memanipulasi Supersemar, tercermin dari pidatonya. Ketika itu Bung Karno mulai melihat tanda-tanda Supersemar yang disebutnya SP 11 Maret itu mulai "dimainkan" oleh Suharto. Karena itu Bung Karno menekankan berkali-kali, dirinya tidak bermaksud mengalihkan kekuasaannya pada Suharto. Kata Bung Karno, "Dikiranya SP Sebelas Maret adalah surat penyerahan pemerintahan. Dikiranya SP Sebelas Maret itu, suatu transfer of sovereignty. Transfer of authority". Padahal TIDAK! SP Sebelas Maret adalah suatu perintah. SP Sebelas Maret adalah suatu perintah pengamanan. Perintah pengamanan jalannya pemerintahan. Pengamanan jalannya ini pemerintahan. Seperti kukatakan dalam pelantikan kabinet. Kecuali itu juga perintah pengamanan keselamatan pribadi Presiden. Perintah pengamanan wibawa Presiden. Perintah pengamanan ajaran Presiden. Perintah PENGAMANAN beberapa hal". Berdasarkan pidato Sukarno di atas, timbul kecurigaan orang. Mungkinkah Supersemar "sengaja" dinyatakan hilang? Betulkah naiknya Suharto sebagai presiden adalah inskonstitusional karena bertentangan dengan amanat Supersemar? Dan karenanya Supersemar mesti lenyap secara misterius? Apakah bisa dipercaya begitu saja bahwa dokumen negara sepenting itu bisa hilang? Dua naskah Supersemar di Arsip Nasional disebutkan hanya fotocopy. Yang janggal, dua naskah itu tidak mirip karena diketik dengan spasi berbeda. Pertanyaannya, yang manakah di antara kedua naskah itu yang otentik? Atau apakah malah keduanya sama-sama tidak otentik? Naskah Supersemar yang diragukan keasliannya Menurut kesaksian staf intel Komando Operasi Tertinggi Gabungan-5 (G-5 KOTI) Salim Thalib, naskah Supersemar yang dikenal sekarang adalah palsu. Selain aslinya tidak serapi itu, isi naskah juga tidak sama dengan naskah aslinya. Jadi betulkah tuduhan beberapa kalangan yang menyamakan ini dengan usaha penghilangan barang bukti? Kalau memang Supersemar tidak diplintir, apa buktinya bahwa Supersemar itu tidak diplintir? Sebetulnya kenapa Supersemar itu mesti dirancang dan Sukarno mesti dipaksa menandatangani? Ada banyak teori konspirasi rumit tentang ini. Tapi saya tertarik dengan teori berikut ini. Latar belakangnya tak lepas dari persaingan antara PKI dan Angkatan Darat. Sebelum terjadinya G30S, persaingan antara PKI dan Angkatan Darat sudah dalam taraf saling jegal menjegal. Bahkan PKI sampai ingin membangun "Angkatan Kelima" dalam militer. PKI ingin menggeser Angkatan Darat. Dan Angkatan Darat ingin menggeser PKI. Apalagi ketika itu Sukarno sudah mulai sakit-sakitan. Mungkin usianya tidak lama lagi. Pokoknya siapa cepat, dia dapat. Antara PKI dan Angkatan Darat sudah betul-betul sikut-sikutan. Begitu meletus konspirasi G30S, inilah kesempatan Angkatan Darat untuk menghancurkan saingan beratnya itu. Tak ada ampun, pokoknya PKI harus musnah. Dan penghancuran itu akan lebih afdol jika presiden sendiri yang mengumumkan pembubaran PKI. Soalnya yang punya hak untuk membubarkan partai politik cuma presiden. Itu adalah hak prerogatif presiden. Tapi tunggu punya tunggu, Sukarno kok belum mau juga membubarkan PKI. Bagaimana ini? Angkatan Darat melalui tangan Suharto pun mengambil jalan pintas. Potong kompas. Caranya, harus dibuat sebuah surat perintah yang telah terkonsep, yang membuat Angkatan Darat jadi punya alasan yuridis melibas PKI. Konsep surat itu pun dibuat. Konsep Supersemar. Isinya perintah presiden kepada Angkatan Darat (Suharto) untuk mengamankan negara. Nah, dengan dalih mengamankan negara inilah Angkatan Darat jadi punya alasan mengganyang habis PKI. Angkatan Darat memang berlomba dengan waktu. Harus bergerak cepat. Kalau tidak, PKI bisa kembali bangkit mengumpulkan kekuatan dan mendepak jauh-jauh Angkatan Darat dari panggung kekuasaan. Now or never! Jadi sekarang Angkatan Darat tidak boleh kalah cepat! Setelah itu Suharto memerintahkan para Jendral tadi untuk membawa surat itu kepada Sukarno. Dengan pesan khusus, "pokoknya harus ditandatangani Sukarno". Begitu Supersemar ditandatangani, itulah awal aksi pedang Orba. Nampaknya tanda tangan Sukarno tadi adalah pembuka jalan bagi pelaksana Supersemar untuk mengamankan yang bisa diamankan. Sesudah itu terjadi tragedi mengenaskan. Di segala pelosok negeri berkubang darah jutaan rakyat dengan alasan pembasmian PKI demi keamanan negara. Korbannya tidak saja PKI, tapi juga orang-orang yang tiba-tiba di-PKI-kan atau dipaksa mengaku PKI. Berjuta rakyat mendadak tak bermasa depan dan terampas haknya karena dicap PKI. Tak kurang Sukarno sendiri turut menjadi korban. Sukarno mengatakan dia mengutuk sekeras-kerasnya Gestok (G30S PKI). Pelakunya harus dihukum, kalau perlu ditembak mati. Tapi orang yang memperuncing peristiwa G30S PKI, hingga terjadi provokasi membenarkan pembunuhan jutaan rakyat juga harus diadili. Apakah Sukarno bermaksud menujukan ini pada Suharto? Yang jelas, sesudah pernyataan Sukarno itu, terjadi de-Sukarnoisasi. Kita tahu bagaimana Sukarno diisolasi, dituduh terlibat G 30 S PKI tanpa bukti yuridis. Tentu saja tuduhan itu aneh. Karena bagaimana mungkin Sukarno dituduh melakukan kudeta terhadap dirinya sendiri? Buntutnya, semua yang berhubungan dengan Sukarno menjadi tabu dibicarakan di masa Orba. Bahkan beberapa departemen men-non-aktif-kan pegawai yang ketahuan pro-Sukarno. Setelah skenario berjalan seperti harapan, "para perancang" Supersemar lalu mabuk kemenangan. PKI yang dulu jadi saingan utamanya untuk merebut "kursi Sukarno" sudah tersungkur. Dan Sukarno sang pemilik kursi juga sudah dipaksa meninggalkan kursinya. Suharto tak menyia-nyiakan kesempatan. Kursi yang kosong tanpa pemilik itu harus diapakan lagi kalau bukan diduduki? Dan ketika kursi Sukarno tadi diduduki Suharto, di situlah awal mula kasak kusuk politik tentang "penyelewengan Supersemar". Apakah betul tuduhan bahwa ada permainan sistematis Amerika di balik semua ini? Yang jelas, dengan diselewengkannya maksud Supersemar, yang paling berbahagia adalah Amerika. Karena itu berarti jatuhnya Sukarno. Akhirnya mimpi Amerika terkabul sudah. Terang-terangan Amerika menyatakan jatuhnya Sukarno sebagai kemenangan Amerika. Presiden Richard Nixon menggambarkan kemenangan itu sebagai, "Hadiah terbesar dari Asia Tenggara". Sudah jelas. Karena hadiah sesungguhnya terletak pada kekayaan alam Indonesia yang menanti untuk dikuras. Dan batu penghalang yang menghalang-halangi Amerika menguras alam Indonesia, yaitu Sukarno, sudah dibikin terjungkal. Inilah awal kemenangan Amerika yang sejak 10 tahun sebelumnya ingin menggulingkan Sukarno. Bung Karno berhasil mengusir penjajahan Belanda. Tapi setelah itu Bung Karno ambruk oleh Amerika. Mungkin karena cara Amerika lebih cerdik. Soalnya Amerika tidak memegang gagang keris secara langsung untuk menikam Sukarno. Keris itu diserahkannya kepada rakyat Sukarno sendiri, yang menghujamkannya langsung ke presidennya sendiri, di antaranya melalui provokasi perebutan kekuasaan dan akhirnya menunggangi G30S. Pasca G30S, rakyat menjadi sangat takut dengan yang kekiri-kirian. Ini artinya Indonesia meninggalkan Rusia dan berpaling ke Amerika. Dan setelah Supersemar dijadikan surat sakti untuk memberantas sisa-sisa G30S, lalu pemegang Supersemar diangkat menjadi presiden, Indonesia berubah haluan 180 derajat. Hampir semua jabatan vital dipegang oleh perwira Angkatan darat. Sehingga rakyat berbisik takut-takut dan bertanya siapa sebetulnya yang meng-kup Sukarno? Di bawah pemerintahan yang hampir semuanya orang militer, rakyat Indonesia jadi takut dan kapok dengan yang segala yang berbau kiri. Semua orang tiba-tiba saja beragama. Banyak orang tiba-tiba rajin ke mesjid dan ke gereja. Soalnya takut dituduh PKI. Sehingga kiblat Indonesia berganti ke Amerika, tidak lagi ke Blok Timur. Rusia yang tadinya sahabat Indonesia sekarang menyingkir. Amerika jingkrak-jingkrak! Soalnya mimpi mereka untuk menancapkan kuku di Indonesia akhirnya terwujud. Indonesia yang di bawah tanahnya banyak emas dan minyak itu akhirnya jatuh ke pelukan Amerika. Apa buktinya? Kepentingan Amerika cuma satu. Pokoknya modal Amerika mesti masuk ke Indonesia. Hasilnya? Begitu pemegang Supersemar diangkat menjadi Presiden menggantikan Sukarno, maka produk undang-undang pertama yang digodok adalah RUU Penanaman Modal Asing Tahun 1967. Setelah lahir UU Penanaman Modal Asing, sebut saja sumber daya alam mana di Indonesia yang sampai sekarang tidak dikuasai Amerika? Sukarno telah ditumbangkan oleh Amerika. Dan bagaimana pemangku Supersemar akhirnya lengser? Ketika ayam jago yang dielus-elus tuannya tidak lagi berguna, maka ayam itu "di-kuali-kan" menjadi ayam sayur. Semua itu berawal ketika "kapitalisme Cendana" ternyata semakin me-raksasa nyaris mendesak kepentingan kapitalisme Amerika. Maka pemangku Supersemar pun akhirnya terdepak pula. Di mana letak perbedaan kejatuhan Sukarno dan Suharto? Sukarno memang dijatuhkan sesudah menandatangani Supersemar, tapi tak pernah jatuh ke pelukan Amerika. Sedangkan Suharto sudah jatuh sejak awal. Bahkan ketika dia baru saja mengirim utusannya untuk memaksa Sukarno menandatangani Supersemar, di saat itu Suharto telah jatuh ke pelukan Amerika. Tidak ada kekuasaan yang abadi. Setiap saat kekuasaan bisa saja jatuh. Tapi ada satu hal yang tidak otomatis jatuh bersama kekuasaan. Yaitu kehormatan. Walentina Waluyanti Nederland, 4 Maret 2010 |
Langganan:
Postingan (Atom)
