Entri Populer

Senin, 23 Juli 2012

Dalalilul Khairot.

Dalam tradisi kaum pesantren NU banyak sekali amalan dzikir yang dilakukan secara kelompok atau perorangan, hampir di semua pesantren melakukan hal tersebut, salah satu diantaranya adalah pembacaan sholawat yang tersusun dalam sebuah buku, amalan tersebut dibaca setiap hari dengan bacaan yang berbeda  tergantung harinya. orang pesantren menamakan kitab ''Dalailul khairot" atau lebih gampangnya Dalail. Ada aturan yang tak tertulis bagi santri yang hendak mengamalkan dalalil tersebut, ya...salah satu diantaranya adalah santri tersebut biasanya yang mukim atau mau menetap di rumahnya. Santri tersebut akan diberikan berbagai macam ijajah, salah satu diantaranya adalah dalail tersebut.

Kitab Dalail Khairot ditulis oleh seorang ulama yang bernama Syekh Sulaiman al-Jajuli, beliau dilahirkan di barat pantai Maroko, Afrika. belliau termasuk suku Bar-bar '' suku yang menaklukan jabal tarik, Anadalusia Sepanyol, barat lebih senang menyebutnya selat Gibral tar, pada masa pahlawan shabat Tarik bin Jiad''. cukup menarik, awal beliau menulis kitab Dalailul khairot, hanya gara-gara belaiau mau wudlu sholat Dzohor tidak menemukan air, akhirnya ketemu dengan seorang gadis kecil yang jadi penolong ulama tersebut.

Kitab Dalailul Khairot hanya sekumpulan sholawat dan nama-nama Allah yang di bacanya setiap hari.Bagi mereka yng selalul mengamalkan sholawat sebbenarnya bacaan ini sudah tidak asing lagi. Bacaan dalam kitab Dalalil setiap harinya selalu berbeda tergantung hari serta ada batasan hari. seperti untuk hari senin tidak sama dengan hari selasa, hari rabu tidak sama dengan hari kamis dan seterusnya, namun untuk hari senin ada amalan yang khusus yakni dengan permintaan do'a.

Untuk pengamalan Torikathnya, syekh Sulaiman al-Jajuli mengikuti tarikat Syekkh Abu Hasan Syadzili dengan sebutan Tarikat Syadzaliyah, makanya sebelum membaca kitab Dalail, ada hadarot yang khusus di sampaikan kepada syekh Syadzili.Dikalangan kaum srungan  atau sntri NU pembacaan Dalail sangat mashur dan selalul menjadi masternya bagi mereka yang mau muqim atau menetap.

Kitab yang berisi hanya tentang shalawat dan pujian terhadap Rasululloh serta bacaan Asmaul Husna, di tempat kelahiran Rasululloh saw negara Arab Saudi yang berfaham Wahabiyah  dilarang beredar apalagi dibaca oleh penduduk sana, mereka beranggapan bahwa kitab tersebut mengandung kemusrikan, persis sama halnya dengan kitab syamsul Ma'arif yang di tulis oleh syekh Ali al-Buni. dikalangan pesantren kitab Syamsul Maarif sangat menarik dan serinng diburu oleh para ahli hikmat.

Kitab Dalailul Khairot juga  salah satu yang menginsfirasikan Ulama Jawa dalam pembentukan komite hijaj yang kemudian hari menjadi Organisasi terbesar tanah air yakni NU.

sebagi generasi penerus kitab Dalalilul Khairot sangat penting untuk dibaca kembali sekaligus sebagai pelestarian tradisi yanng lama jangan sampai tradisi tersebut hilang tanpa bentuk.  Wasalam.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar